KENDARI,JURNAL-KITA.id– Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Konawe Utara (Konut) menggelar Pelatihan Petugas Pendataan Lengkap Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang berlangsung di salah satu hotel kota Kendari, Rabu 03/06/2026
Kegiatan pelatihan tersebut dibagi menjadi dua gelombang. Untuk gelombang pertama dimulai 1 – 5 Juni 2026, dengan jumlah peserta 44 peserta. Kemudian gelombang kedua dimulai 8 – 12 Juni 2026 dengan jumlah peserta 45 peserta.
Kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensi petugas agar mampu melaksanakan pendataan secara profesional, akurat, dan sesuai dengan standar operasional yang telah ditetapkan.

Pelatihan diikuti oleh Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) yang akan menjadi ujung tombak pelaksanaan Pendataan Lengkap Sensus Ekonomi 2026 di seluruh wilayah Kabupaten Konut.
Kepala BPS Kabupaten Konut, Muhamad Kadarsah, S.P dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembagian pelatihan dalam dua gelombang dilakukan agar proses transfer pengetahuan dapat berjalan lebih maksimal.
“Pelatihan ini merupakan tahapan yang sangat penting karena petugas lapangan memiliki peran strategis dalam menentukan kualitas data yang dihasilkan. Oleh karena itu, seluruh peserta harus memahami konsep, definisi, dan tata cara pendataan agar informasi yang dikumpulkan benar-benar mencerminkan kondisi usaha di lapangan,” katanya
Ketua panitia pelatihan petugas SE 2026, Ifran Saputri, A.Md, menyebutkan bahwa selama pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi terkait konsep dasar Sensus Ekonomi 2026, klasifikasi lapangan usaha, teknik wawancara, penggunaan aplikasi pendataan berbasis digital, hingga prosedur pemeriksaan dan validasi data.
“Setelah mengikuti pelatihan ini para peserta akan langsung turun lapangan yang di mulai pada 15 Juni sampai 30 Agustus 2026. Lalu peserta juga mengikuti simulasi wawancara dan praktik pengisian kuesioner elektronik guna meningkatkan pemahaman terhadap kondisi nyata yang akan dihadapi saat bertugas,” sebutnya
Berdasarkan pantauan awak media, para peserta aktif mengajukan pertanyaan dan mendiskusikan berbagai kasus yang berpotensi ditemui selama pendataan.
Melalui sesi diskusi tersebut, instruktur memberikan penjelasan sekaligus menyamakan persepsi agar tidak terjadi perbedaan interpretasi dalam pelaksanaan sensus.
Lebih lanjut, Muhamad Kadarsah menjelaskan pendataan lengkap Sensus Ekonomi 2026 merupakan kegiatan strategis nasional yang bertujuan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai struktur dan karakteristik ekonomi Indonesia.
Dalam pelaksanaannya, petugas akan mendata berbagai unit usaha, baik yang berada di bangunan khusus usaha maupun usaha yang dijalankan di rumah tangga dan lokasi lainnya.
“Data yang dihasilkan dari Sensus Ekonomi 2026 nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi, pengembangan investasi, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta berbagai program pembangunan lainnya yang berbasis data,” jelasnya
Melalui pelatihan yang dilaksanakan dalam dua gelombang ini, BPS Kabupaten Konut berharap seluruh petugas memiliki pemahaman yang seragam, kemampuan teknis yang memadai, serta kesiapan penuh untuk melaksanakan pendataan di lapangan.






