Baubau,Jurnal-kita – Kader Posyandu Nangka 2 Kelurahan Labalawa Kecamatan Betoambari Kota Baubau Nafiati berhasil meraih prestasi di tingkat nasional dengan menjadi juara dua nasional wilayah regional II dalam kader Posyandu berprestasi tingkat nasional tahun 2025.
Keberhasilan kader Posyandu Baubau Nafiati mendapat apresiasi langsung dari Ketua TP PKK Kota Baubau Hj Sitti Aryati Yusran yang diwakili Yuslina, Ketua Pokja IV saat memberikan arahan pada rapat koordinasi penyusunan dokumen rencana induk Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Kota Baubau tahun 2025-2029 di aula vila adios, pada Kamis (13/11/2025).
Menurutnya, apa yang dicapai kader Posyandu Nafiati adalah menjadi bukti nyata bahwa kader-kader Posyandu di Kota Baubau terus menunjukkan dedikasi tinggi dan kualitas luar biasa dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
Prestasi ini menjadi kebanggaan yang luar biasa bagi semua dan diharapkan prestasi ini dapat menjadi teladan/contoh bagi kader posyandu yang lain.
Dikatakan, Posyandu adalah ujung tombak dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak, di tingkat akar rumput. Posyandu adalah wujud nyata dari kemandirian dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan kesehatan.
Arahan penataan posyandu sebagai lembaga kemasyarakatan desa (lkd), berdasarkan permendagr nomor 13 tahun 2024 tentang pos pelayanan terpadu dimana posyandu harus melaksanakan 6 (enam) standar pelayanan minimal (spm) yaitu : (1) pendidikan; (2) kesehatan; (3) pekerjaan umum; (4) perumahan rakyat; (5) ketentraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat; dan (6) sosial.
Selain itu, saat ini di bidang kesehatan sedang bertransformasi dalam pelayanan sesuai permenkes no. 19 tahun 2024 tentang penyelenggaraan pusat kesehatan masyarakat dimana pelayanan saat ini berorientasi pada seluruh siklus kehidupan mulai dari bayi, balita, remaja, dewasa sampai lansia.
“Jadi ini, kita berada di sebuah momen penting, yaitu penyusunan rencana induk posyandu untuk lima tahun ke depan, 2025-2029. Ini bukanlah sekadar kegiatan rutin, namun merupakan upaya strategis untuk memetakan tantangan dan potensi Kesehatan masyarakat di kota baubau; menyusun program yang terarah, terukur, dan berkelanjutan, serta memastikan sinergi antara tp posyandu, tp pkk, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder terkait,” katanya.
Ditambahkan, rencana induk yang disusun harus mampu menjawab isu-isu krusial seperti, pencegahan dan penanganan stuntingdimana posyandu harus menjadi benteng utama dalam memastikan gizi optimal bagi 1.000 hari pertama kehidupan anak. Kemudian, peningkatan cakupan imunisasi, dimaksudkan untuk memastikan setiap anak mendapatkan haknya agarterlindungi dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.
Selanjutnya, optimalisasi posyandu prima dalam rangka mengembangkan posyandu yang tidak hanya melayani ibu dan balita, tetapi juga remaja, lansia, dan memberikan edukasi kesehatan yang lebih luas.***






